Skip to main content

Posts

Medina, I'm Love

Keinginanku untuk bermukim dan menimba ilmu ke kota Madinah. Sempat tertunda karena pandemi global. Penerbangan antar negara dihentikan. Sepertinya  aku harus bersabar tetap di dalam "mihrab". Berkutat dengan AlQuran dan beberapa kitab.  Pagi siang sore malam.  Melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh penting dunia terutama para alim Ulama melalui virtual : Asia, Eropa, Amerika, Palestina, Arab Saudi. Malam Al-Qadar,  "Aku berdoa pada Rabb-ku untuk disucikan di 10 malam terakhir, karena ingin beribadah dengan sempurna. Maka Allah kabulkan. Darah haidku berhenti sebelum 10 malam terakhir.  Palestina yang merindui perayaan Idul Fitri, 90.000 ribu umat islam di Palestina melakukan sumpah setia di masjidil Aqsha pada 9 Mei 2021, aku menjadi wanita terpilih di masaku satu di antara puluhan ribu umat yang terjun melawan yahudi. Tetap memegang teguh keimanan ketika berkali-kali mendapatkan serangan dari kaum munafiqun, hingga beberapa diantara mereka melakukan pemurtadan...

Cahaya Madinah Itu Telah Pergi

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم  يَسْــئَلُكَ النَّا سُ عَنِ السَّا عَةِ ۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ الل ّٰهِ ۗ وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّا عَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا "Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Mengatakan, Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah. Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya." 📖 QS. Al Ahzab : 63 Cahaya dari Madinah, ulama besar itu telah pergi. Sampai detik ini masih tak percaya, dan berharap kalau syaikh hanya tak sadarkan diri atau tertidur pulas. Dan akan segera siuman, jantungnya akan tetap berdetak. Mataku semakin sembab, dan tak bisa menyembunyikan kesedihan yang mendalam. Selamat jalan Syaikh Ali Jaber... Sejak hari itu aku tak lagi menonton berita di televisi, majalah atau koran-koran. "Sabaar!" Suatu hari nanti aku mau belajar dan tinggal di Madinah, bisikku! Tapi katanya orang Indonesia tak bisa bertahan dengan musim dingin kota Madinah. Rasulullah Shallallahu ...

Palestina Yang Terlupakan

It's always called #Palestine   Tanah Para Anbiya, Tanah Umat Islam. Negeri Syam yang Allah turunkan banyak keberkahan.  Kelak di tanah ini pula manusia dibangkitkan.  Hari Perhitungan. Ketika semua amal dipertanyakan. Tanyaku, masihkah kita bungkam? Ketika yahudi merampas dan menjajah negeri ini dengan keji,  Ingin menghapus jejak-jejak sejarah peradaban.  Tiada dalam peta,  Agar anak cucu dan generasi  Tak bisa membaca : Palestina! Seperti yang termaktub dalam AlQuran,  seberapa sering mereka Yahudi, melanggar sebuah perjanjian?  #dealofcentury

Self Love

"Life is to be enjoyed, Love yourself before starting to love and stop comparing the scale of your life's happiness with others!".

Allah Itu Dekat

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Allah itu dekat, setiap hembusan nafas. Jantung yang berdetak. Dia-lah yang mengetahui apa yang kita butuhkan. Apa yang kita adukan. Dalam tangisan diatas sajadah. Minta. Percayalah. Terima.  . Seringkali kita berkeluh kesah bukan pada tempatnya, mengiba pada manusia, memelas agar dicinta.  . Lalu melupakan Sang Maha Memiliki Cinta. Padahal dengan kekuasaan-Nya Dia mampu mengubah segalanya. Jika saja mendekap takwa dunia akhirat Dia berikan tanpa percuma. . .

Cemburulah Pada Ahlul Quran

"Tidak boleh iri kecuali dua hal : orang yang kaya yang mendermakan hartanya di jalan Allah siang dan malam, dan orang yang membaca AlQuran siang dan malam". Cemburulah pada ahlul Quran karena ia dapat memberi syafaat keluarga dan keturunannya. Namanya dikenal penduduk langit dan bumi. Dan Allah sangat mencintainya. Setiap hari malaikat datang untuk menjaga dan mendoakan keselamatannya. Jika ia disakiti maka Allah adalah pembelanya. Jika ia didzolimi Allah kabulkan segala permintaannya. Siapa yang menjaga AlQuran maka Allah-lah penjaga baginya. Tak ada sesuatu hal pun yang dapat memudharatkannya walaupun dikumpulkan seluruh manusia dan jin bumi ini, tanpa seijin Allah. Tak ada yang luput dari pandangan-Nya. Bisa jadi hal kecil menurut kita adalah kebaikan yang besar disisi Allah. Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun.

Aleppo Memerah Darah

Anak-anak yang terlahir dari rahim ranum kini berlarian ketakutan, piatu-piatu itu mengetuk nurani paling mati.  Duka mereka bermandikan darah segar syuhada. Melayang lewati lorong-lorong sunyi kematian. Kapan peperangan ini berakhir? Selimut paling hangat bagi mereka hanyalah bebatuan dan bongkahan bangunan, sisa kehancuran buah kedzaliman. Maafkan nak,  tangan yang tak bisa mendekap. Raga yang yang tak bisa mendekat.  Mujahid-mujahid kecilku terbanglah ke surga bahagia bersama-Nya. Allepo memerah darah, sedalam cinta doa-doa kami menyertaimu diantara sujud panjang.